Sabtu, 31 Oktober 2020 | 00:26 WIB

UNBK 2020 Jenjang SMA/SMK Siap Digelar Disdik Jabar

Jumat, 13 Maret 2020 | 22:55 WIB
by rjs,tarungnews.com - 274 hit(s)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika.(istimewa)

Lintas Jabar,TarungNews.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat sudah siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk jenjang SMK dan SMA tahun ajaran 2019/2020. Sesuai kalender pendidikan, UNBK SMK akan digelar 16-19 Maret 2020, SMA/MA/SMLB 30 Maret 2 April 2020, sementara SMP/Mts/SMPLB 20-23 April 2020.

Pelaksanaan UN Jenjang SMA, SMK, dan MA sudah 100% menggunakan Moda UNBK, SMP/MTs 97% menggunakan Moda UNBK meningkat dari sebelumnya 43%, sedangkan untuk SLB masih menggunakan UNKP.

Ini adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang terakhir sebelum nanti berganti format menjadi Assesment Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai tahun 2021 seperti kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut keterangan yang di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, sesuai Permendikbud No 43 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, Disdik telah melakukan persiapan teknis maupun non teknis.

Persiapan teknis meliputi penguatan koordinasi dengan bidang SMA, SMK, dan SLB, 13 cabang disdik wilayah terkait Permendikbud 43 tersebut. Disdik juga telah menyusun jadwal simulasi dan Gladi Bersih UNBK. “Simulasi dan Gladi Bersih UNBK sudah dilakukan,” ujar Dewi Sartika Rabu (11/3/20).

Persiapan teknis lain, setiap bidang PSMK, PSMA, dan PKLK bersama MKPS (Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah) dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) sudah mensosialisasikan kepada seluruh Sekolah untuk membuat Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah (POS US), kisi-kisi, dan soal ujian sekolah secara mandiri, ujar Dewi.

“Cabang dinas sudah mensosialisasikan semuanya ke pengawas sekolah, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum,” kata Dewi.

Pengawas sekolah, telah mendampingi sekolah menyusun kisi- kisi ujian sekolah yang hasilnya dilaporkan ke cabang dinas masing-masing. Selain pesiapan teknis, Disdik juga mengantisipasi hal-hal non teknis di sekolah mulai dari keamanan, kesediaan peralatan untuk UNBK, perilaku dan kesehatan siswa, hingga sisi psikologis peserta ujian, ungkap Dewi Sartika.

Menjelang UNBK pasti ada kendala non teknis seperti peralatan penunjang yang hilang. Seperti Februari lalu terjadi di SMKN Rajapolah, Tasikmalaya, yang kehilangan tiga infokus dan 13 laptop. “Dan kendala non teknis ini hampir terjadi setiap akan ada pelaksanaan UN,” ungkapnya.

Tingkat stres siswa pun jadi perhatian Disdik dengan membuat imbauan kepada stakeholders pendidikan mulai dari sekolah sampai orang tua agar menjaga siswa tetap tenang. “Aspek psikologis pelajar perlu dijaga agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan,” tegas Dewi.

Menurut Dewi, tidak mau jelang UNBK ada berita di media pelajar tawuran bahkan sampai menimbulkan korban jiwa seperti yang marak terjadi awal tahun 2020. “Tawuran pelajar ini sangat menganggu kondusivitas dan konsentrasi, tidak saja peserta ujian tapi penyelenggara,” katanya.

UNBK tahun ajaran 2019/2020 susananya akan sangat berbeda. Selain UNBK tahun ini menjadi yang terakhir kali, ujian pun dilaksanakan di tengah marak isu COVID -19 yang menjadi sorotan banyak orang, ujar Dewi.

Sebelumnya sesuai instruksi Mendikbud dan Gubernur Jabar, Disdik telah banyak mengedukasi dan melakukan berbagai kampanye melawan COVID - 19, seperti perilaku hidup bersih dan sehat, menunda studi tur, sampai memperbanyak tempat cuci tangan. “Mudah-mudahan pelaksanaan UNBK tetap lancar dan lulusan yang dihasilkan benar- benar berkualitas secara akademik dan berkarakter,” pungkas Dewi Sartika.

rjs,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 18:41 WIB
Daerah | Senin, 19 Oktober 2020 | 23:37 WIB