Senin, 28 September 2020 | 09:42 WIB

Bareskrim Mabes Polri, Tetapkan Tiga Tersangka Baru Pada Kasus Joko Tjandra

Minggu, 16 Agustus 2020 | 00:29 WIB
by Dar,tarungnews.com - 117 hit(s)

Tersangka kasus skandal Bank Bali. Joko Tjandra. (istimewa)

Jakarta,TarungNews.com – Akhirnya Bareskrim Mabes Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus Joko Tjandra. Ketiga tersangka tersebut adalah, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Joko Tjandra sendiri serta kerabatnya Tommy Sumardi.

Dari hasil penyidikan sementara sudah ada lima orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka terkait pelarian Joko Tjandra tersebut.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers, mengatakan, terkait penyidikan tersangka Joko Tjandra, terdapat dua kasus antara lain terkait dengan korupsi. “Yaitu berupa penerimaan hadiah atau janji yang berkaitan dengan red notice (notifikasi status buronan interpol),” kata dia di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/8). Dalam kasus ini, kata Argo, ada dua nama pemberi yang ditetapkan sebagai tersangka. Dan satu tersangka baru.

 “Untuk pelaku pemberi ini, kita (penyidik) menetapkan JST (Djoko Tjandra), sebagai tersangka. Dan tersangka yang kedua, adalah TS (Tommy),” terang Argo. Terhadap pemberi ini, kata Argo, penyidik menebalkan sangkaan Pasal 5 ayat 1, Pasal 13 UU 20/2001 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), juncto Pasal 55 KUH Pidana. Adapun selaku penerima, kata Argo penyidik menetapkan dua nama perwira kepolisian sebagai tersangka. Yakni tersangka Irjen Pol Napoleon, dan tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

“Sebagai penerima, kita tetapkan tersangka saudara PU (Prasetijo Utomo), dan saudara NB (Napoleon Bonaparte),” terang Argo. Kedua perwira tinggi kepolisian tersebut, dikenakan Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, dan Pasal 12 a dan b UU 20/2001, juncto Pasal 55 KUH Pidana. “Ancaman hukumannya adalah lima tahun (penjara),” terang Argo. Penetapan tersangka terhadap Napolen ini, penyidik, kata Argo menyita uang senilai 20 ribu dolar Amerika, atau sekira Rp 296,5 juta sebagai barang bukti.

Terkait tersangka Napoleon, ia adalah Kadiv Hubinter Polri yang diduga menghapus status buronan Djoko Tjandra dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) interpol. Adapun Prasetijo, perwira kepolisian yang menjabat sebagai Kepala Korwas PPNS yang sudah ditetapkan tersangka, dan ditahan sejak dua pekan lalu. Kedua perwira tinggi kepolisian tersebut, pun sejak skandal Djoko Tjandra terkuak, sudah dicopot dari jabatan strukturalnya di Mabes Polri.

Selain menetapkan tiga tersangka baru terkait pemberian, penerimaan uang dan janji, Bareskrim Polri pun menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka pembuatan, penggunaan surat, dan dokumen palsu. “Setelah gelar perkara yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirdikpidum), setuju untuk menetapkan saudara JST (Djoko Tjandra) sebagai tersangka,” kata Argo menambahkan. Djoko Tjandra, dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 dan 2, Pasal 426, dan Pasal 221 KUH Pidana. “Ancamannya juga lima tahun (penjara,” kata Argo. 

Dalam penyidikan surat, dan dokumen palsu ini, Bareskrim Polri, pekan lalu juga menetapkan dua tersangka bergilir. Yakni, tersangka Prasetijo Utomo, dan seorang pengacara Anita Kolopaking yang dituding menjadi orang yang membuat, dan memberikan surat palsu, serta membantu seorang terpidana, yakni Djoko Tjandra untuk melarikan diri. “Jadi untuk kasus ini (surat dan dokumen palsu), sudah ada tiga tersangkanya. Yakni tersangka PU, ADK (Anita Kolopaking), dan saudara Djoko Sugiarto Tjandra,” ujar Argo.

Dar,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Jumat, 4 September 2020 | 13:43 WIB
Berita Foto | Selasa, 8 September 2020 | 22:36 WIB
Daerah | Senin, 31 Agustus 2020 | 22:32 WIB
Berita Foto | Rabu, 16 September 2020 | 23:01 WIB