Senin, 28 September 2020 | 09:45 WIB

Kementerian Lingkungan Hidup Didampingi Dansektor VII Gelar BAP Hasil Pengecekan IPAL Dan Perizinan PT KHJ

Senin, 24 Agustus 2020 | 11:27 WIB
by ths/gian,tarungnews.com - 234 hit(s)

Tim Gakkum KLHK Pusat didampingi DLH Provinsi Jawa Barat dan DLH Kabupaten Bandung bersama Kolonel Kav Purwadi Dansektor VII Satgas Citarum Harum, Selasa(18/8) melakukan penandatanganan berita acara hasil pengecekan Gakkum KLHK Pusat

Kab Bandung,TarungNews.com - Tim Gakkum KLHK Pusat didampingi DLH Provinsi Jawa Barat dan DLH Kabupaten Bandung bersama Kolonel Kav Purwadi Dansektor VII Satgas Citarum Harum, Selasa(18/8) melakukan penandatanganan berita acara hasil pengecekan Gakkum KLHK Pusat.

Menindak lanjut hasil pengawasan dan pengecekan terhadap perusahaan Karya Hidup Sejahtera(KHJ) jalan Moch Toha kelurahan Pesawahan kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, terkait perizinan administrasi Perusahaan dan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dilakukan sidak pada hari kamis(13/8) lalu.

Dijelaskan I Made Suartama ketua tim Gakkum KLHK Pusat, kepada awak media “ kami hanya merekomendasikan hasil pengamatan kami, terhadap perusahaan Karya Hidup Sejahtera yang di lakukan minggu lalu, dan nanti kebijakannya semua dari pusat, pengawasan terkait dengan kegiatan kita yang sudah di laporkan.” jelasnya.

Ada dua perusahaan yang paling urgen yang kami awasi, dimana permasalahan yang paling urgen semuanya adalah masalah perijinan, kami berpesan kepada teman-teman yang ada di Dinas lingkungan hidup kabupaten Bandung,untuk menyesuaikan segera perizinannya, karena perusahaan KHJ, perizinannya sudah cukup lama tidak berlaku, sampai 2 tahun.” ujarnya.

Masih menurut I Made,” namun apa permasalahannya ,ya nanti kita koordinasi sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, sekali lagi kami tegaskan yang paling urgen yang kami temukan di lapangan,terkait perizinan yang sudah kadaluarsa, tapi masih tetap berjalan dan tentunya hasil pertemuan yang di rekomendasikan atau tindakan apa yang diambil di dalam pelaksanaan kegiatan hasil sidak ini,dan temuan-temuan tersebut itu, nantinya melanggar pasal-pasal berapa yang ada di undang-undang lingkungan nanti Dirjen Gakkum yang memiliki kewenangan di situ,” tegasnya.

Ditegaskannya juga, untuk memberikan sanksinya, nanti sanksi apakah yang harus diberikan,Apakah sangsi teguran tertulis atau sangsi lainnya yang meringankan atau memberatkan sesuai dengan kesalahannya.

Ketika disinggung , apa peran pemerintah dalam menyikapi masalah ini, I Made menjelaskan,” bahwa Pihaknya tidak bisa langsung memvonis,semua kebijakan ada di pusat, yang menjadi permasalahan yang dikatakan tadi,yakni perizinan lingkungan kenapa sampai ngendap dua tahun, ada apa ini semuanya, DLH Kabupaten Bandung,” ujar I Made.

Mungkin perusahaan di Kabupaten Bandung nih terlalu banyak, sehingga personilnya sedikit gitu jadi Lingkungan Hidup Kabupaten tidak bisa menjangkau seluruhnya, terkait tidak berlaku perizinannya, seharusnya jangan hanya diam saja, seharusnya DLH Kabupaten, melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang bermasalah, dimana saat ini kita berkolaborasi dengan Satgas Citarum Harum, untuk mengembalikan Das Citarum seperti tempo dulu.

Dilain pihak Benyamin manager Perusahaan KHJ, ketika di minta tanggapan terkait kedatangan tim Gakkum KLHK Pusat dan Dansektor VII, menyambangi perusahaannya, mengatakan,” kedatangan tim Gakkum dan DLH Provinsi dan Satgas Citarum Harum, tentunya diambil hikmahnya, karena kita menyadari ada kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan,mudah-mudahan ini menjadi momentum yang baik bagi kami, untuk lebih meningkatkan lagi rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan perizinan .” Ucapnya.

Ditempat yang sama Kolonel Kav Purwadi mengatakan,” kemarin-kemarin juga Perusahaan-perusahaan banyak mengeluh terkait perizinan ke pihak DLH Kabupaten Bandung, maka hal ini perlu segera disikapi untuk ditindaklanjuti,agar temuan-temuan di lapangan bisa segera di selesaikan dan rekomendasikan dengan baik ,jelasnya.

ths,gian,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Utama | Senin, 7 September 2020 | 13:18 WIB