Senin, 28 September 2020 | 09:12 WIB

Tokoh Central Pemdes Garut Gabung Di PM-GATRA

Jumat, 4 September 2020 | 13:36 WIB
by Alam,tarungnews.com - 1.652 hit(s)

Serah-terima SK Pengurus PM Gatra dari Ketua Umum Kepada Wakil ketua II, H. Asep Basir, HC dilaksanakan di Markas PM Gatra dihadapan para pengurus lainnya. DOK

Potensi Industrialisasi Dan Faktor Pendukung Lainnya Menjadi Daya Tawar Kepada Pempus

Garut,TarungNews.com - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut, H. Asep Basir, HC alias H. Isep bergabung dalam jajaran pengurus Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).

Bergabungnya tokoh nomor 1 organisasi non pemerintah di tingkat Pemerintahan Desa Se- Kabupaten Garut ini kedalam kepengurusan PM Gatra tiada lain untuk ikut berjuang agar pemekaran Garut Utara menjadi daerah otonomi baru (DOB) segera terwujud.

Dijajaran pengurus PM Gatra, Isep menempati posisi Wakil Ketua (Waka) II. Surat Keputusan pengangkatannya sudah diserahkan langsung oleh Ketua Umum PM Gatra, H. Holil Aksan Umarzen tempo hari, Rabu (2/9) di Sekretariat PM Gatra, Jalan Raya Limbangan, Garut Utara.

“Ini tantangan berat bagi saya, yang mana pada saat ini saya telah diberi mandat untuk menjadi Wakil Ketua II di PM Gatra yang membidangi soal kewilayahan dan penetapan calon ibukota dan pusat pemerintahan Kabupaten Garut Utara,” kata Isep.

Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Leles ini pun menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan berembuk dengan para kepala desa dan BPD di Garut Utara untuk bertukar gagasan tentang bagaimana menata dan membangun CDOB Garut Utara yang ideal.

“Kami mau menjadikan kepala desa sebagai mitra kerja dari PM Gatra, karena mereka merupakan bagian utama dari persyaratan administratif untuk pengusungan CDOB Garut Utara,” tandas Isep.

Ia menambahkan, pihaknya akan membuktikan secara faktual kepada para Kades dan BPD tentang potensi-potensi yang ada di wilayah bagian Garut Utara. Baik itu potensi pariwisata, ekonomi, sosial, politik, hukum, maupun potensi lainnya.

CDOB Gatra, kata Isep, harus benar-benar “masagi” dalam berbagai hal, sehingga apa yang menjadi persyaratan pemekaran wilayah terpenuhi semuanya.

“Gatra itu anu urang, goreng hade kudu diperjuangan ku urang Gatra. Berbagai potensi dan keahlian yang mumpuni ada di Gatra, baik itu SDM, SDA, Sumber Daya Buatan, yang bisa dikembangkan dengan baik,” paparnya.

Isep berharap, para pihak yang ada di Gatra jangan sampai melupakan atau lalai akan potensi besar yang ada di wilayah ini, seperti Situ Bagendit, Situ Cangkuang, dan potensi lainnya untuk dioptimalkan sebagai aset wisata andalan di Garut Utara sehingga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Garut Utara.

Ia menjelaskan, luas wilayah dan potensi yang ada di Gatra sangat mendukung. Contohnya, ada sekitar 64 hektare lahan bisa dijadikan sebagai kawasan industri. Untuk itu perlu adanya pemahaman dari seluruh pengurus tentang faktor-faktor pendukung yang ada di Gatra sebagai “daya tawar” kepada pemerintah pusat," pungkasnya.

Aep/Alam tarungnews.com Biro Garut

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Kamis, 10 September 2020 | 00:08 WIB