Senin, 28 September 2020 | 10:26 WIB

Program Sembako di Kersamanah Terlaksana Baik Atas Bimbingan TKSK

Jumat, 11 September 2020 | 22:57 WIB
by Alam,tarungnews.com - 857 hit(s)

Agen Sembako milik Jejen di Desa Nanjung Jaya, Kersamanah. DOK

Garut,TarungNews.com - Jejen, agen pengadaan Sembako Desa Nanjung Jaya Kecamatan Kersamanah mengklarifikasi berita online yang naik pagi hari ini, jumat (11/9) bahwa pencairan di Desa Giri Jaya yang dilaksanakan pada tanggal 10 september 2020 dibantu oleh agen Jejen.

Ia menjelaskan, itu terjadi dikarenakan agen desa tersebut sudah dinon-aktifkan oleh pihak Bank BNI dikarenakan aparat desa tidak boleh menjadi agen Sembako sebagaimana tertuang dalam Pedum Sembako dari Kemensos - RI.

Pada hal itu suplayer pun ditentukan oleh agen tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Lanjut Jejen, "hanya saja ketika ada seorang suplayer dari luar ingin menyuplai barang dan ditolak oleh agen Jejen dikarenakan bahan pangan Sembako sudah disiapkan dari hari kamis dan akan segera dibagikan ke keluarga penerima manfaat (KPM) Sembako. Akan tetapi pada hari ini, jumat (11/9) pendistribusian masih ditahan.

Saya bingung dengan adanya pemasok yang lain dari luar Kecamatan Kersamanah yang ingin masuk dan memaksa agar menerima bahan pangan tersebut karena masyarakat KPM sudah menunggu dari kemarin karena hak masyarakat KPM jadi tertunda karena pemasok lain," terang Agen yang enggan menyebutkan nama oknum yang dimaksudnya.

Kejadian ini sudah berulang-ulang ketika agen sudah nyaman dan bekerjasama dengan para petani lokal juga UKM lokal yang memasok bahan pangan ke para agen namun tiba-tiba ada pemasok lain luar wilayah Kersamanah dan ditolak akhirnya langsung dimediakan (diberitakan).  Sudah 3 kali kejadian seperti ini," kata TKSK dan juga Tim Koordinator.

Saya sih mendukung dengan adanya program Sembako dari Kementrian Sosial ini, diantaranya dapat memberdayakan masyarakat khususnya para pelaku UKM dari putra daerah, baik dari sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan serta produksi lainnya dari warga bisa bekerja sama dengan para agen Sembako setempat. Hal tersebut jelas dapat meningkatkan perekonomian daerah dengan prinsip kearifan lokal," kata TKSK Kecamatan Kersamanah, Ai Nur Aisyah, SE, Ibu muda jebolan Uniga Jurusan Management.

TKSK hanya mendampingi, mengawasi 6 T, dan mengawal program Sembako dari Kemensos - RI dan mengikuti aturan sesuai pedoman umum agar implementasi program ini dapat berjalan dengan baik, apabila ada kendala seperti Kartu eror atau Edc error, kita selalu kordinasi dengan pihak BNI dan Dinas Sosial.

Itu terbukti dari setiap bulan laporannya ada dan administrasinya pun lengkap," pungkasnya.

Alam,tarungnews.com - Biro Garut

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Daerah | Jumat, 11 September 2020 | 22:57 WIB
Berita Foto | Selasa, 15 September 2020 | 22:55 WIB
Berita Foto | Kamis, 10 September 2020 | 00:12 WIB