Senin, 28 September 2020 | 10:34 WIB

GMBI Cibalong: Aplikasi Material Pembangunan Drainase Banprov Jabar TA. 2020 Di Karyamukti Asal-asalan

Selasa, 8 September 2020 | 22:03 WIB
by Alam,tarungnews.com - 1.182 hit(s)

Ketua GMBI Distrik Kabupaten Garut. Ganda Permana SH. DOK Alam

Garut,TarungNews.com - Pembangunan saluran drainase di tiga lokasi dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari bantuan Pemerintah (Banprov) Jawa Barat Tahun Anggaran 2020 seyogianya menjadi suatu kegembiraan dan kebanggaan tersendiri bagi warga setempat sebagai penerima manfaat.

Namun tidak begitu kenyataannya. Usai rampung dikerjakan, warga masyarakat yang komplen dan memperbincangkannya hingga sampailah issue warga penerima manfaat tersebut kepada kami, dan ada juga diantaranya yang menyampaikan langsung kepada kita," kata Nurdin, pengurus LSM GMBI Kecamatan Cibalong.

Ia melanjutkan, menerima informasi dan laporan tersebut, kami sebagai wadah intelektual yang sekaligus wadah komunikasi dan aspirasi dari masyarakat menilai penting untuk segera bersikap dan mengkorek kebenaran dari pada informasi yang diterima.

Ia pun menyebutkan, Kami bersama tim melakukan cross cek ke lapangan, tepatnya dimana beberapa lokasi pembangunan tersebut dilaksanakan, diantaranya di Kampung Sukamahi, Kampung Cibaregbeg dan Kampung Cikujang yang semuanya itu berada diwilayah Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong.

Langkah-langkah yang kami tempuh, diantaranya tim terjun langsung ke lapangan guna melakukan cross cek, mengamati bangunan dan mengambil sampel material serta aplikasi material yang digunakan, selanjutnya kami kembali ke titik kumpul dan menginventarisir sampel serta melakukan pengkajian terkait pembangunan tersebut," ungkapnya

Adapun kajian sementara dari kami, ia memaparkan, "diantaranya pasir yang digunakan tidak layak dipakai karena bukan pasir Garut atau Cidadap melainkan pasir Cisangiri. Bahkan berdasarkan pengakuan pekerjanya yang berasal dari Kecamatan Banjarwangi pun menyebutkan, baru kali ini mengerjakan drainase pasirnya seprti itu, hampir mirip tanah," kata Nurdin.

"Selanjutnya, batu yang dipakai bukan batu muka atau batu pecahan seperti pada umumnya material pembangunan drainase dari anggaran pemerintah, tapi pada pekerjaan ini batu yang digunakannya berupa batu bulat dan kecil.

Berikutnya Semen, semen memakai product Rajawali dan penggunaannya dalam aplikasi sangat minim sehingga tembok tidak memiliki kekuatan yang layak dan bangunan tersebut sangat mudah roboh. Jangankan dipukul memakai palu, diambil langsung dengan tangan kosong pun sangat rapuh dan mudah dilepas," ketusnya.

Melalui tarungnews.com di Garut pada Selasa (8/9) Nurdin juga menyampaikan, "Kami kecewa, bahkan sangat kecewa dikarenakan sub dari pekerjaan tersebut oleh perangkat desanya sendiri dengan kepala dusun (Kadus) Kampung Cikujang yang justru seharusnya lebih terdepan didalam memberikan kualitas dan kepuasan terhadap masyarakatnya atas pekerjaan ini.

Kembali ia menambahkan kepada bangunan seperti itu sangat jauh dan tidak layak mengingat anggaran yang hampir mencapai 200 juta disetiap titik," pungkasnya.

Terkait temuan dari para pengurusnya tersebut, Ketua Distrik GMBI Kabupaten Garut, Ganda Permana, SH menegaskan, Pembangunan yang bersumber dari Anggaran Rakyat wajib mematuhi Prinsip-prinsip Dasar Pengadaan, Transparansi, Akuntabilitas, Efektifitas, Efisiensi serta mengindahkan kaidah-kaidah muatan lokal agar terjadinya sinergis dan kondusifitas daerah," tegas Aktifis gaek ini.

Alam,tarungnews.com - Biro Garut

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Senin, 31 Agustus 2020 | 22:43 WIB
Berita Foto | Minggu, 13 September 2020 | 22:47 WIB
Berita Foto | Kamis, 10 September 2020 | 00:12 WIB
Berita Foto | Selasa, 15 September 2020 | 12:29 WIB