Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:22 WIB

Beruang Terlantar di Kebun Binatang Bandung, KLHK Janji Atasi

Sabtu, 21 Januari 2017 | 23:33 WIB
by Wen,tarungnews.com - 873 hit(s)

Tiga beruang madu beraktivitas di dalam kandang mereka di Kebun Binatang Tamansari Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/1). (ANTARA FOTO/Agus Beben)

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar berjanji akan segera mengambil sikap atas penelantaran 11 beruang madu di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat. Kawanan hewan itu kelaparan sampai harus memakan kotoran (feses) mereka sendiri.

"Senin nanti kami akan rapat gelar hasil pemeriksaan untuk menentukan keputusan yang akan saya ambil. Saya akan informasikan setelah mendengarkan laporan dari tim," ujar Siti di Jakarta, Jumat (20/1), seperti dilansir Antara.

Siti menuturkan, kementeriannya telah mengirim tim untuk menginvestigasi pembiaran pengelola Kebun Binatang Bandung terhadap 11 beruang tersebut. Ia berkata, dokter di tim itu akan memeriksa kesehatan beruang secara menyeluruh, termasuk kelayakan tempat pemeliharaan.

Kemarin, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Bambang Dahono Adji mengaku telah menerima informasi dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat.

"Ada 11 beruang madu di kebun binatang itu: tiga jantan dan delapan betina. Satu beruang kurus sekali, tiga ekor tahun lalu kurus tapi katanya tidak mati," kata Bambang merujuk laporan Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia.

Merujuk keterangan Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia, Bambang menyebut kondisi beruang itu dapat disebabkan beberapa hal, antara lain penyakit, kekurangan makanan, dan kelebihan populasi.

Tengah pekan ini, Yayasan Margasatwa Taman Sari Bandung selaku pengelola Kebun Binatang Bandung membantah telah menelantarkan beruang yang mereka pelihara.

"Tidak ada penelantaran. Sampai sekarang kondisi salah satu dari 11 ekor beruang madu yang ada di sini sehat-sehat saja," kata juru bicara yayasan, Sudaryo.

Pelanggaran atas asas kesejahteraan hewan sebelumnya pernah terjadi di Kebun Binatang Bandung. Tahun lalu, gajah Sumatra bernama Yani meregang nyawa karena kekurangan gizi akut.

Usai kematian Yani, KLHK telah melayangkan peringatan kedua kepada Yayasan Margasatwa Taman Sari Bandung. Namun hukuman tidak dijatuhkan karena yayasan itu disebut telah melakukan perbaikan.

Peraturan Menteri Kehutanan 31/2012 mengatur, KLHK harus mengeluarkan tiga peringatan sebelum menjatuhkan sanksi denda dan pencabutan izin kepada lembaga konservasi. Rapat Senin pekan depan, kata Bambang, akan mengambil keputusan soal pencabutan izin Kebun Binatang Bandung.

Sumber : Antara

Editor : Wen,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Utama | Jumat, 9 Oktober 2020 | 23:38 WIB
Berita Foto | Rabu, 7 Oktober 2020 | 23:04 WIB
Berita Foto | Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:52 WIB