Jumat, 30 Oktober 2020 | 23:54 WIB

Penyelundupan satwa liar rawan terjadi di Pulau Halmahera

Minggu, 7 Agustus 2016 | 16:57 WIB
by Dar,tarungnews.com - 1.096 hit(s)

Ilustrasi, Ket Foto : burung enggang gading burung dilindungi

Pada Mei hingga Juli 2016 sudah terjadi penyitaan 474 burung satwa liar hidup dari berbagai jenis.

Ternate, Maluku Utara,TarungNews.com - Pulau Halmahera, Maluku Utara, merupakan daerah rawan penyelundupan satwa liar, menyusul kasus penangkapan atas penyelundupan satwa liar dalam sebulan terakhir.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku, Lilian Komaling, di Ternate, Jumat, mengatakan, daerah paling rawan tentang ini adalah di Halmahera Utara.

Untuk meminimalisir itu, mereka berkoordinasi rutin dengan instansi terkait yakni polisi dan TNI walau terkendala jumlah personil.

"Koordinasi menjadi senjata kami, karena, keterbatasan personil dan sarana-prasarana," ujarnya.

Selain itu, juga menyosialisasikan kesadaran pada masyarakat, dimana jika masyarakat mengetahui ada penyelundupan satwa dilindungi agar segera dilaporkan.

Pada Mei hingga Juli 2016 sudah terjadi penyitaan 474 burung satwa liar hidup dari berbagai jenis.

Di sana terdapat enam kawasan konservasi di Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula, yaitu Cagar Alam Gunung Sibela di Halmahera Selatan, Cagar Alam Buku Matola, Cagar Alam Toseho, Cagar Alam Taliabu, Cagar Alam Obi, dan Cagar Alam Toborai.

Sumber : Antara

Editor : Dar,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:41 WIB
Head Line | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 12:10 WIB
Berita Foto | Minggu, 11 Oktober 2020 | 14:22 WIB