Selasa, 27 Oktober 2020 | 21:47 WIB

Bareskrim Ungkap Perdagangan Satwa Langka

Jumat, 19 Februari 2016 | 23:55 WIB
by Vie,tarungnews.com - 959 hit(s)

Bayi beruang madu hasil sitaan Bareskrim Polri, photo koran-sindo.com

Kolonprogo,TarungNews.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ti pi - ter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menitipkan 20 ekor satwa langka yang di lindungi undang-undang ke Wild Rescue Center (WRC) di Pengasih, Kulonprogo. 

Satwa ini menjadi barang bukti dalam ka sus perdagangan satwa langka dari tersangka Hn dan MZ yang kasusnya tengah ditangani Mabes. Satwa langka ini terdiri dari 13 ekor anakan merak, tiga ekor ular sanca bodo, seekor bin turong, seekor bayi beruang ma du, seekor anakan lutung, dan seekor elang bondol hitam. Satwa langka ini diamankan da ri tersangka MZ warga Ka - rang Singosaren 3 Bantul, dan Hn warga Semarang. 

Sebelumnya, satwa yang di - lindungi UU 5/1990 tentang Kon servasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ini dijual secara online oleh tersangka Mz selama setahun belakangan. Satwa ini dijual antara Rp200.000 hingga Rp7 juta. Caranya dengan memajang foto melalui BBM. 

Dari situlah ke - mu dian terjadi transaksi jual beli. Pembayaran dikirim me lalui transfer rekening bank sedangkan barang dikirim me lalui bus dan kereta api. “Kami ma sih dalami kasus ini, dan satwa ini kami titipkan untuk men jalani karantina,” kata Di rektur Tipiter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Yazid Fanani. 

Dari pengakuan Mz, kata Yazid, dia telah menjual seekor bayi beruang madu yang dibeli oleh tersangka Hn. Awalnya diberikan uang muka sebanyak Rp2 juta, dan pelunasan Rp4,5 juta dibayarkan pada 11 Fe brua ri. Petugas yang mendapatkan informasi langsung menga - man kan Hn di parkiran Taman Margasatwa Semarang dengan barang bukti bayi beruang madu. 

Sebelumnya Mz juga pernah membeli burung Julang emas seharga Rp750.000, untuk me - lengkapi koleksi Taman Marga Satwa Semarang. “Tersangka akan dijerat de - ngan Pasal 21 ayat 2a jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang No 5/ 1990 tentang Konservasi Sum - ber Daya Alam Hayati dan Eko - sistemnya dengan ancamannya hukuman pidana maksimal li - ma tahun dan denda paling ba - nyak Rp100 juta,” katanya. 

Kepala Badan Konservasi Sum ber Daya Alam (BKSDA) Yogya karta Ammy Nurwati menga takan, semua satwa yang di amankan Bareskrim Polri dinya takan dalam kondisi sehat. Me reka Selanjutnya menda patkan perawatan dan rehabilitasi di WRC Jogja sebelum nan ti nya dilepaskan kembali ke habitat alaminya. BKSDA, kata dia, banyak me nerima laporan perdagang - an satwa yang dilindungi secara online, khususnya melalui me - dia sosial. 

Instansinya kemudian menjalin koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan. “Jaringan tidak hanya di Yogyakarta tapi juga di kota lain. Kami bersama polisi berupaya untuk mengungkapnya,” tandasnya.

Sumber : Koran-sindo.com

Editor : Vie,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:38 WIB