Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:30 WIB

PN Medan Sidangkan Kasus Perdagangan Kulit Harimau

Kamis, 17 Desember 2015 | 13:28 WIB
by Vie,tarungnews.com - 1.031 hit(s)

Ilustrasi Haimau Jawa. Net

Medan,TarungNews.com - Sidang perdana kasus perdagangan kulit harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatra) digelar di Ruangan Kartika, Pengadilan Negeri Medan, Senin, 15 Desember. 

Sidang dibuka dengan mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilanjutkan keterangan dua orang saksi dari Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPRC) Brigade Macan Tutul Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Yulkhaidir dan Arianto.

Dalam ‪dakwaan, JPU Teorida Ambarita menyebutkan ketiga pelaku diamankan dari sebuah hotel di kota Binjai, Kamis, 17 September lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum ditangkap, para pelaku sudah dipantau terlebih dahulu oleh Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan SPRC Brigade Macan Tutul BBKSDA Sumut selama enam bulan. 

‪"Terdakwa telah melanggar Pasal 21 Ayat 2 huruf d UU Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Yakni, setiap orang dilarang untuk memjualbelikan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain atau di luar Indonesia dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta," kata Teorida.

‪Sementara itu, keterangan saksi Yulkhaidir dan Arianto menyebutkan, setelah ada informasi penjualan kulit harimau Sumatra, mereka pun langsung menyamar jadi pembeli untuk menangkap pelaku. 

Dari penangkapan tersebut, kata Yulkhaidir, ditemukan satu lembar kulit harimau tanpa kepala, dua unit sepeda motor, dan empat ponsel. 

Selain barang bukti, Yulkhaidir mengatakan, petugas juga ikut mengamankan empat orang pelaku. Keempatnya yakni Gunawan Kacaribu, M Syaid Ali R Gusnuh, Suroyo, dan Hendrawan Tarigan.

"Ada empat orang. Tindakan selanjutnya kita bawa ke markas pos dan serahkan ke penyidik. Ternyata satu orang, Hendrawan Tarigan, hanya saksi. Satu ini hanya diajak ikut jadi dibebaskan," jelas Yulkhaidir.

Diungkapkan Yulkhaidir, kulit harimau tersebut didapat pelaku dari Aceh. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti ke mana barang ilegal tersebut akan dipasarkan. 

‪Sidang yang diketuai Majelis Hakim Marsudin Nainggolan ini rencananya akan dilanjutkan pada 25 Januari 2016 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Sumber : metrotvnews.com

Editor : Vie,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Utama | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 23:24 WIB
Berita Utama | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 22:49 WIB