Selasa, 27 Oktober 2020 | 22:46 WIB

Ini petisi penolakan jual-beli gading gajah secara online

Kamis, 22 Oktober 2015 | 16:15 WIB
by Vie,tarungnews.com - 1.078 hit(s)

Ilustrasi, Penghancuran Gading Gajah hasil sitaan di Filipina (rappler.com)

Jakarta,TarungNews.com - Gajah jinak yang berjasa besar melerai konflik manusia-gajah, Yongki, tewas secara mengerikan. Kematian gajah sumatera itu mendorong Drh Wisnu Wardana membuat petisi yang mengecam penjualan gading gajah di toko dalam jaringan.

"Yongki, yang ditemukan tewas dengan lidah membiru dan gading dicabut paksa. Yongki adalah gajah jantan terlatih berumur 35 tahun... anggota tim gabungan yang bertugas di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung," kata Wardana, di laman change.org sebagaimana dikutip di Jakarta, Senin.

Dia mengaku tersentak karena banyak produk gading gajah, yang jelas-jelas ilegal, dijual di toko-toko daring. Semestinya ada aturan atau kebijakan yang ketat terhadap hal ini. Bukan cuma gading gajah, melainkan berbagai hal yang dinilai eksotis dari hewan dilindungi mudah dilihat di situs online itu untuk dijual atau dibeli. 

"Lewat petisi daring (di change.org), mari kita sampaikan kepada pengelola toko online besar di Indonesia, di antaranya lazada.co.idbukalapak.com, dantokopedia.com untuk mencantumkan secara tertulis dalam kebijakannya untuk tidak mengizinkan penjualan produk-produk yang berasal dari semua satwa dilindungi, termasuk gading gajah," kata dia.

Sampai saat ini, sudah 17.000 orang menandatangani petisi itu, dan diharapkan terus bertambah. 

Menurut UU Nomor 5/1990, kata dia, menjual dan mengedarkan bagian-bagian satwa yang dilindungi adalah kejahatan pidana yang bisa dijebloskan ke penjara maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.

Dengan tagar #RIPYongki, Wardana menggambarkan kisah hidup Yongki yang bertugas bersama tim pawang dalam memantau dan menjaga agar gajah-gajah liar dari dalam hutan tidak masuk ke kebun atau perkampungan penduduk.

Semakin kecilnya habitat hutan, kata dia, menyebabkan gajah liar kehilangan tempat tinggal dan semakin sering bersinggungan langsung dengan penduduk.

Dengan gagah berani, lanjut dia, Yongki mampu mengusir gajah-gajah liar agar kembali masuk ke hutan. Berkat kerja keras dan jasanya, kerusakan harta benda maupun korban jiwa akibat konflik antara gajah liar dan masyarakat dapat diturunkan. 

Wardana sendiri sering mengotopsi gajah mati dengan berbagai alasan seperti diracun atau dibunuh langsung untuk diambil gadingnya.

"Bagaimana rasanya kalau kamu lagi main di rumah sendiri tiba-tiba ada orang masuk dan langsung mencabut paksa gigi kamu hingga mati? Kira-kira hal ini yang dialami oleh gajah sumatera, Yongki, yang ditemukan tewas dengan lidah membiru dan gading dicabut paksa."

"Terlihat sobekan besar dibagian pipi hingga rahang kiri dan kanan gajah malang itu. Pembunuh sadis telah mengambil paksa gadingnya," kata dia.

Sampai berita ini ditulis, dukungan petisi daring sudah mencapai 17.000 lebih pendukung dan akan kemungkinan terus bertambah. Antara

Editor : Vie,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Utama | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 22:49 WIB
Berita Foto | Kamis, 8 Oktober 2020 | 22:57 WIB