Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:21 WIB

Gerebek Penjual Satwa di Bogor, Inilah Sitaan Tim Gabungan

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 16:10 WIB
by wen,tarungnews.com - 947 hit(s)

Elang yang berhasil diamankan dari pemilik dan penjual satwa langka di Bogor. Foto: Indra Nugraha

Lintas Jabar,TarungNews.com - Tim gabungan dari Mabes Polri, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan WCS mengamankan sejumlah satwa langka di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/15). Satwa liar yang diamankan yakni, satu elang Jawa, dua elang brontok, tiga bido (dua masih anakan), satu landak dan satu berang-berang.

Arta Sari, pemilik satwa mengatakan hanya memelihara elang brontok dan berang-berang sejak bayi. Kedua elang didapat dari Jawa. “Teman saya belum dihubungi. Dia belum tahu hewan peliharaan disita. Saya hanya menjual ayam dan burung puyuh,” katanya.

Arta rela hewan peliharaan dibawa ke pusat rehabilitasi untuk dilepasliarkan. “Asal ada jaminan ia bisa hidup. Saya memelihara karena sayang. Bisa dilihat sendiri peliharaan saya gemuk.”

Irma Hermawati dari Wildlife Crime Unit/Wildlife Conservatory Society (WCU/ WCS) mengatakan, awalnya mendapatkan informasi dari Facebook dan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. “Pelaku setiap pagi menjemur satwa liar peliharaan antara jam 10-11. Banyak  tetangga sekitar juga protes karena . satwa-satwa itu menimbulkan bau tak sedap. Kami mendapatkan info sekitar dua bulan lalu.”

Irma mengapresiasi respon cepat Tipiter Mabes Polri. Satwa-satwa liar itu masih berada di Tipiter Mabes Polri dan rencana dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi rehabilitasi kemudian dilepasliarkan.

Menurut Irma, pemilik tergabung dalam komunitas “pecinta” satwa yang kemudian memperjual belikan satwa-satwa itu.

“Dia mengaku elang Jawa Rp3 juta. Keuntungan Rp500.000. Elang Jawa 12 spesies prioritas. Untuk mendapatkam izin pertukaran antarnegara harus izin Presiden. Harganya mahal.”

Irma juga menyoroti pemakaian jasa ekspedisi dalam mengirimkan satwa liar ke beberapa daerah. Dia berharap, polisi bisa mengungkap agar penyedia jasa ekspedisi bisa dikenai sanksi pidana.

Aktivis JAAN Benvika mengatakan, pelaku merupakan suami istri yang biasa jual beli satwa liar. Kegiatan mereka sudah sekitar dua tahun.

“Kami prihatin. Perdagangan satwa liar menduduki posisi kejahatan nomor kedua. Mudaah-mudahan penjual dan pemburu mendapatkan hukuman setimpal.

Kasubdit Tipiter Mabes Polri Sandy Nugroho mengatakan, pemeriksaan akan terus dilakukan.”Kami akan mengecek terlebih dahulu.”

Mongabay.co.id

Editor : Wen,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Daerah | Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:09 WIB
Daerah | Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:45 WIB
Head Line | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 12:10 WIB