Senin, 28 September 2020 | 08:31 WIB

Pengelolaan Sumber Daya Air Yang Baik Sebagai Kunci Ketersediaan Air

Rabu, 19 Agustus 2020 | 22:39 WIB
by Dar,tarungnews.com - 105 hit(s)

Photo Ilustrasi (istimewa)

Yogyakarta,TarungNews.com -  Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDA dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno, dalam sambutan penutupan pelatihan melalui konferensi video, Rabu (19/8) mengatakan air memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Ketersediaan air menjadi kunci kesehatan masyarakat dan ketersediaan pangan. Air juga merupakan sumber energi terbarukan, oleh karena itu, air yang berlimpah, bersih, dan terkendali merupakan indikator lingkungan hidup yang sehat dan juga indikator siklus hidrologi yang ada berjalan dengan baik.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu perhitungan proses penjatahan air untuk berbagai jenis penggunaan menurut kuantitas, tempat dan waktu penggunaan yang besarnya disesuaikan dengan ketersediaan total volume air yang terdapat pada suatu sumber air.

Rencana alokasi air ini dilakukan untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan air untuk berbagai jenis penggunaan yang terukur menurut kuantitas, waktu, dan kualitas air sesuai dengan jatah yang ditetapkan. Dalam menentukan alokasi air diperlukan perhitungan hidrologi terkait dengan rencana alokasi air tahunan dan rencana alokasi air rinci sehingga setiap pihak mendapatkan jatah air sesuai dengan haknya.

Ruhban juga menambahkan, mengingat tingginya nilai strategis air, selain alokasi ketersediaan air, dalam pengelolaan sumber daya air juga perlu adanya pengendalian daya rusak air. Salah satu upaya untuk mengendalikan daya rusak air adalah dengan Sabo Dam. Aliran sedimen selain mempunyai daya rusak yang besar, endapan materialnya juga menimbulkan masalah apabila mengendap di tempat yang tidak tepat.

Sabo Dam sendiri telah dibangun untuk menangani masalah banjir lahar di daerah vulkanik, yaitu Gunung Merapi, Gunung Kelud, Gunung Agung, Gunung Semeru, dan Gunung Galunggung. Selain itu, Sabo Dam juga digunakan untuk menangani masalah erosi dan sedimentasi di daerah non-vulkanik di beberapa daerah di luar Jawa.

Diakhir penutupan, Rubhan berharap dengan mengikuti pelatihan ini dapat me-refresh kembali dan menambah pengetahuan baru tentang hidrologi untuk alokasi air maupun tentang Sabo Dam serta dapat meng-update referensi tentang kebijakan-kebijakan terbaru.

Pelatihan Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air telah berlangsung dari tanggal 10 s.d 19 Agustus 2020 dan Perencanaan Teknis Sabo Dam pada tanggal 11 s.d 19 Agustus 2020. Sebanyak 27 peserta Pelatihan Pelatihan Teknis Hidrologi Untuk Alokasi Air dan 25 peserta Perencanaan Teknis Sabo Dam dinyatakan lulus pelatihan yang dilaksanakan secara daring oleh Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah V Yogyakarta. Sertifikasi kedua pelatihan oleh Himpunan ahli Teknik Hidrologi Indonesia (HATHI) akan dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2020.

(Kompu BPSDM PUPR)

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Dar,tarun gnews.com

Bagikan melalui:

Komentar Anda

BACA JUGA
Berita Foto | Kamis, 3 September 2020 | 23:21 WIB
Berita Foto | Jumat, 18 September 2020 | 23:11 WIB
Berita Foto | Sabtu, 26 September 2020 | 23:39 WIB
Berita Foto | Senin, 14 September 2020 | 22:39 WIB